Arsip Penulis: dikdiktaufik

Tentang dikdiktaufik

Berbagilah, semakin banyak anda berbagi maka semakin banyak yang akan anda peroleh...

SOC HCS -Suplemen Organik Cair HCS

Suplemen Organik Cair atau SOC HCS produk dari PT HCS, merupakan suplemen organik terbaik khusus untuk binatang ternak Anda. Dengan SOC, Anda dapat menekan pengeluaran selama produksi dan perawatan karena mampu mempercepat pertumbuhan ternak pedaging dan meningkatkan kesuburan ternak petelur.

Manfaat Penggunaan SOC HCS

  1. Membantu mengurangi tingkat stres pada hewan dan menekan timbulnya penyakit pada ternak Anda.
  2. Meningkatkan antibodi, sehingga hewan ternak tidak mudah sakit.
  3. Mengurangi angka kematian hewan ternak
  4. Memberikan efek merangsang nafsu makan pada hewan ternak.
  5. Mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan meningkatkan produksi daging,
  6. Selain meningkatkan produksi daging, SOC juga baik untuk perkembangbiakan hewan ternak.
  7. SOC membantu meningkatkan kesuburan pada hewan
  8. Mempertinggi kualitas telur pada hewan unggas, maupun perkembangbiakan hewan ternak lain seperti kambing dan sapi.

Cara Penggunaan SOC HCS

JENIS TERNAK

TAKARAN

TEKNIK APLIKASI
Unggas (ayam, itik) 2,5 cc atau 1/4 tutup botol SOC + 15 liter air 2 x sehari
Kambing 5 cc atau 1/2 tutup botol SOC + 15 liter air 2 x sehari
Sapi 10 cc atau 1 tutup botol SOC + 16 liter air 2 x sehari

 

Cara Fermentasi Jerami dengan menggunakan SOC HCS

Bahan jerami sebagai media, terlebih dulu difermentasikan dengan 30 cc atau 5 tutup botol SOC yang sudah dilarutkan dengan 45 liter air (boleh ditambah 1 tutup botol agar hasil maksimal). Ditambah dengan bekatul untuk merapatkan jerami agar hasil fermentasi sempurna. Jerami sebanyak 150 kg yang sudah diperlakukan (disemprotkan) dengan larutan di atas, lalu ditutup rapat selama 24 jam.

Dapatkan segera Suplemen Organik Cair (SOC) HCS untuk hewan ternak Anda hanya di Organichcs !! Dan dapatkan juga pelatihan gratis  Berternak Tanpa ngarit, Angon dan bebas bau kotoran hanya dengan pola HCS.

Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut atau pemesanan produk, silahkan hubungi (SMS/WA) no : 082315922888 atau 085863553888, atau anda bisa mengunjungi toko kami di ANUGERAH JAYA

Harga Produk :

Harga eceran konsumen : Rp. 75.000 per botol

Harga eceran mitra HCS  : Rp. 64.000 per botol

Isi netto :  500 ml

Anda tertarik menjadi mitra HCS ? Silahkan KLIK DI SINI

Pembasmi Hama dan Penyakit Tanaman dari bahan nabati PHEFOC HCS (Pestisida Herbisida Fungisida Organik Cair – HCS)

PHEFOC (Pestisida Herbisida Fungisida Organik Cair) HCS

PHEFOC HCS Atau kependekan dari  Pestisida, Herbisida, Fungisida Organik Cair merupakan gabungan dari beberapa fungsi dalam satu produk dari PT. Hidup Cerah Sejahtera. Pembasmi organik terbaik terhadap hama tanaman, gulma, bakteri tanah dan jamur selain untuk memaksimalkan hasil dari budidaya tanaman Anda juga dapat menghemat biaya selama perawatan penanaman hingga masa panen.

Manfaat Penggunaan PHEFOC  HCS

  1. Membasmi hama tanaman seperti wereng, serangga, ulat, dll.
  2. Memulihkan tanaman dari serangan bakteri tanah (sundep).
  3. Membasmi jamur pada tanaman, buah, daun, dan batang.
  4. Membasmi gulma.
  5. Mempercepat pertumbuhan tanaman.
  6. Memaksimalkan proses pembuahan sehingga hasil panen lebih produktif.

Cara Penggunaan PHEFOC  HCS

JENIS TANAMAN TAKARAN
Padi 8 tutup botol dengan 14 liter air
Buah 8 tutup botol dengan 14 liter air
Sayur 6 tutup botol dengan 14 liter air
Tembakau 6 tutup botol dengan 14 liter air

Catatan:

  • PHEFOC HCS Pestisida akan tepat bila digunakan pada tanaman yang  selesai masa pemupukan.
  • PHEFOC HCS bisa dicampur dan aman dengan pupuk organik pada saat penyemprotan
  • PHEFOC HCS dapat ditambahkan ke dalam pestisida nabati tambahan buatan sendiri sehingga bisa disebut PHEFOC Plus (PHEFOC +) agar daya kerjanya lebih ampuh

Dapatkan Teknologi solusi Pertanian Perstisida, Herbisida, dan Fungisida Organik Cair (PHEFOC) hanya di Organichcs.com. Dan dapatkan juga pelatihan secara gratis Cara tanam padi tanpa matun (menyiangi), tanpa hama dan tanpa beli pupuk hanya dengan pola HCS. 

Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut atau pemesanan produk, silahkan hubungi (SMS/WA) no : 082315922888 atau 085863553888, atau anda juga bisa menghubungi toko kami disini : ANUGERAH JAYA

Harga Produk (belum termasuk ongkos kirim) :

Harga eceran konsumen : Rp. 55.000 per botol

Harga mitra HCS : Rp. 44.000 per botol

Isi netto : 500 ml

Anda tertarik menjadi Mitra HCS? KLIK DI SINI, dan dapatkan keuntungan-keuntungannya

SOT HCS (Suplemen Organik Tanaman HCS)

Suplemen Organik Tanaman  atau SOT HCS adalah produk teknologi solusi pertanian dari PT HCS yang merupakan suplemen terbaik untuk pertanian Anda. Penggunaan SOT telah terbukti mampu meningkatkan produksi panen lebih maksimal dari sebelumnya karena SOT akan memperkuat jaringan pada akar dan batang dan juga dapat mencegah atau mengurangi tingkat gugur bunga maupun buah.  SOT HCS ini dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman

Manfaat Aplikasi SOT HCS pada Tanaman

  1. Meningkatkan produksi tanaman 40 – 100% dari aplikasi biasa.
  2. Mencegah/mengurangi proses pengguguran pada bunga dan buah.
  3. Memperkuat jaringan pada akar dan batang.
  4. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit seperti fungi/cendawan.
  5. Berfungsi sebagai katalisator, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk dasar sampai dengan 80%.
  6. Mempercepat masa panen pada tanaman semusim dan memperpanjang masa umur tanaman yang sedang berproduksi yang tidak habis satu kali panen, dengan memberikan efek panjangnya masa berproduksi tanaman seperti tomat, cabe, kacang panjang, mentimun, dan sebagainya.

Cara penggunaan SOT HCS

MACAM TANAMAN TAKARAN TEKNIK APLIKASI
Tanaman lemah (Kol, seledri, dll) 5 tutup botol SOT dilarutkan dengan 14 liter air 3 x penyemprotan berturut-turut jarak 10 hari sekali
Tanaman tidak berbatang (Padi, jagung, cabe, tomat, dll) 5 tutup botol SOT dilarutkan dengan 14 liter air 3 x penyemprotan berturut-turut jarak 15 hari sekali
Tanaman tinggi berbatang (Kelapa sawit, jeruk, cokelat, cengkeh, kopi, dll) 5 : 500 atau 10 cc SOT dilarutkan dengan 5 liter air 3/4 x penyemprotan berturut-turut jarak 1 minggu sekali selama 5 bulan
Tanaman Hias (Mawar, anggrek, melati, dll) 1 : 1500 atau setiap 1 tutup SOT dilarutkan dengan 15 liter air 2 x penyemprotan berturut-turut jarak 2 minggu sekali

Kandungan SOT HCS

UNSUR

Jumlah (%)

UNSUR

JUMLAH (%)

N

12,98 %

Fe

42,02 ppm

P205

5,12 %

Cu

0,61 ppm

K20

14,20 %

Mo

0,52 ppm

So4

3,17 %

Zn

27,80 ppm

Mg

0,03 %

PH

6,89 %

Oganik Carbon

5,97 %

C/N

0,40 %

SOT HCS sangat baik digunakan pada persemaian, pembibitan dengan dosis 1 : 1500 atau setiap 10 cc SOT HCS dilarutkan dengan 15 liter air.

Dapatkan segera teknologi solusi pertanian SOT atau Suplemen Organik Tanaman produk dari PT HCS hanya di Organichcs.com

Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut atau pemesanan produk, silahkan hubungi (SMS/WA) no : 082315922888 atau 085863553888, atau silahkan kunjungi TOKO ORGANIK

Catatan : Untuk setiap aplikasi SOT, diharuskan penambahan gula (gula pasir/putih, gula aren, gula semut, dsb) atau tetes tebu agar daya kerjanya lebih maksimal.  Setiap 1 tutup botol SOT diperlukan 1 sendok makan gula pasir. Gula dicampurkan pada saat membuat larutan SOT (misal dalam 1-2 liter air dulu), setelah larut baru kemudian ditambahkan air sesuai rekomendasi

Informasi harga (belum termasuk ongkos kirim) :

Harga Eceran : Rp. 55.000 per botol

Harga Mitra HCS : Rp. 44.000 per botol

(tertarik menjadi Mitra HCS? Silahkan KLIK DISINI)

Isi : 500 ml

JENIS TANAH DAN PEMANFAATANNYA

Pada dasarnya, tanah merupakan suatu lapisan yang berada di permukaan bumi, berbentuk padat (tetapi bukan batuan), dengan penyebaran secara horizontal dan vertikal yang berbeda untuk satu daerah dengan daerah yang lainnya. Tanah sangat mendukung berbagai aktivitas kehidupan manusia dan organisme lainnya. dan dapat dikatakan, tanpa adanya tanah, hampir setiap jenis aktivitas kehidupan manusia akan terganggu.

Pengertian tanah bukanlah hal yang baku. Definisi tanah akan berbeda antar satu manusia dengan yang lainnya tergantung oleh profesi dan sejauh mana hubungan manusia tersebut dengan tanah. Bagi seorang ahli ilmu tanah, tanah adalah suatu lapisan bahan alami yang terbentuk akibat adanya pengaruh-pengaruh seperti iklim, organisme, batuan induk, topografi, dan waktu. Adanya perbedaan setiap faktor juga menyebabkan perbedaan jenis dan karakteristik tanah yang dibentuk.

Dalam bidang pertanian, tanah lebih diidentikkan dengan tempat atau media tumbuh tanaman. Hal ini karena paling tidak tanah memiliki empat fungsi utama:

1. Tempat tumbuh dan berkembangya perakaran yang memungkinkan tanaman tumbuh tegak dan mendapatkan nutrisi makanan.

2. Penyedia kebutuhan pokok tanaman seperti air, udara, dan beberapa nutrisi yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, bekembang, dan menghasilkan.

3. Penyedia kebutuhan sekunder yang berfungsi untuk menunjang metabolisme tanaman seperti zar pengatur tumbuh, enzim, dan antibiotic-antibiotik.

4. Habitat biota tanah yang seringkali menunjang pertumbuhan tanaman.

Seperti telah dsebutkan di atas, tanah memiliki persebaran secara vertikal dan horizontal. Persebaran vertical hanya dipengaruhi oleh jenis tenah. Persebaran secara horizontal disebabkan oleh perbedaan keadaan iklim, topografi, bahan batuan induk, organisme, dan waktu yang menyebabkan setaip daerah memiliki jenis dan karakter tanah yang juga berbeda-beda. Perbedaan jenis taah juga akan menyebabkan perbedaan pemanfaatan untuk pertanian karena setiap tanaman memiliki syarat tumbuh yang berbeda-beda berkaitan dengan sefat dan kerakter tanah.

Berikut adalah jenis,karakter, persebaran, dan pemanfaatan tanah untuk pertanian:

1. Regosol.

TANAH REGOSOLMenurut USDA, regosol merupakan tanah yang termasuk ordo entisol. Secara umum, tanah entisol adalah tanah yang belum mengalami perkembangan yang sempurna, dan hanya memiliki horizon A yang marginal. Contoh yang tergolong entiso adalah tanah yang berada di sekitar aliran sungai, kumpulan debu vulkanik, dan pasir. Umur yang amsih muda menjadikan entisol masih miskin sampah organik sehingga keadaannya kurang menguntungkan bagi sebagian tumbuhan.

Secara spesifik, ciri regosol adalah berbutir kasar, berwarna kelabu sampai kuning,,dan bahan organik rendah. Sifat tanah yang demikian membuat tanah tidak dapat menampung air dan mineral yang dibutuhkan tanaman dengan baik.

Dengan kandungan bahan organik yang sedikit dan kurang subur, regosol lebih banyak dimanfaatkan untuk tanaman palawija, tembakau, dan buah-buahan yang juga tidak terlalu banyak membutuhkan air. Regosol banyak tersebar di jawa, Sumatra, dan nusa tenggara yang kesemuanya memiliki gunung berapi.

2. Latosol

Dalam USDA latosol masuk dalam golongan inseptisol. Inseptisol berkembang pada daerah yang lembab. Perkembangan horizon inseptisol berlangsung lambat samapi sedang. Perkembangan yang lambat terjadi karena tanah berada pada ligkungan yang lembab, dingin, dan mugkin genangan-genangan air.

Secara spesifik, latosol merupakan tanah yang berwarna merah hingga coklat sehingga banyak yang menamainya sebagai tanah merah, memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap air, mudah mneyerap air, memiliki kandungan bahan organik yang sedang, dan pH netral hingga asam. Kadar humus latosol mudah menurun, dan memiliki fosfat yang mudah bersenyawa dengan besi dan almunium. Latosol banyak dijumpai di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bali, Jawa, Minahasa, Papua, dan Sulawesi. Saat ini, jenis tanah latosol banyak digunakan untuk pertanaman palawija, padi, kelapa, karet, dan kopi.

3. Organosol

Organosol merupakan jenis tanah yang terbentuk akibat adanya pelapukan-pelapukan bahan organik. Sebagai hasil pelapukan bahan organik, tanah jenis ini subur untuk hampir semua jenis tanaman. Organosol dibedakan menjadi dua yaitu tanah humus dan tanah gambut.

Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan dan pembusukan bahan organik khususnya dari tanaman yang sudah mati. Humus sangat subur untuk pertanian. Kandungan bahan organik yang tinggi membuat tanah humus berwarna kehitam-hitaman. Humus banyak dimanfaatka untuk media pertanaman kelapa, nanas, dan padi. Persebarannya banyak terdapat di pulau Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, Kalimantan, dan Papua.

Tanah gambut adalah tanah hasil pembusukan bahan-bahan organik. Akan tetapi, tanah gambut kurang subur untuk pertanian. Pembusukan pada tanah gambut berlangsung dalam keadaan tergenang air sehingga tanah menjadi anaerob dan terlalu masam. Bahan organik yang tidak lapuk sempurna juga menyebabkan tanah gambut tidak subur untuk tanaman. Gambut banyak terdapat di pantai timur Sumatra, Kalimantan barat, dan pantai selatan papua. Saat ini gambut baru dikembangkan untuk pertanian kelapa sawit.

4. Alluvial.

Menurut USDA, alluvial tergolong dalam ordo inseptisol. Ciri umum sama dengan pada tanah latosol. Alluvial merupakan tanah muda hasil pengendapan material halus aliran sungai. Cirri utama tanah alluvial adalah berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas. Kesuburan tanah alluvial sangat bergantung pada sumber bahan asal aliran sungai.

Alluvial terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sungai-sungai besar seperti pada pulau jawa, Sumatra, Kalimantan, dan papua. Alluvial banyak dgunakan untuk tanaman padi, palawija, tebu, kelapa, tembakau, dan buah-buahan.

5. Podzolik Merah Kuning

Podzolik merah kuning merupakan bagian dari tanah Ultisol. Menurut USDA, ultisol adalah tanah yang sudah mengalami pencucian pada iklim tropis dan sub tropis. Karakter utama tanah ultisol adalah memiliki horizon A yang tipis, akumulasi lempung pada horizon Bt dan bersifat agak masam. Tanah ultisol bersifat agak lembab dengan kadar lengas tertinggi pada ultisol yang berbentuk bongkah.

Tanah podzolik merah kuning sendiri merupakan tanah yang terbentuk karena curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzolik merah kuning berwarna merah sampai kuning dengan kesuburan yang relatif rendah karena pencucian-pencucian. Podzolik merah kuning banyak digunakan untuk tanaman kelapa, jambu mete, karet, dan kelapa sawit. Podzolik merah kuning banyak dijumpai di daerah pegunungan Sumatra, Jawa Barat, Sulawesi, Maliku, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara.

6. Laterit.

Laterit hampir sama dengan podzolik meah kuning. Hanya saja jenis tanah ini terbentuk pada suhu yang lebih tinggi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah laterit memiliki kandungan hara yang rendah sehingga kurang cocok untuk berbagai jenis tanaman. Laterit banyak dijumpai pada pegunungan yang hutannya sudah gundul seperti pada Jawa Tengah, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara. Laterit bayak digunakan untuk pertanaman jambu mete dan kelapa.

7. Litosol

Dalam USDA, litosol termasuk dalam ordo Entisol, sama dengan tanah regosol. Lebih spesifik, tanah litosol merupakan tanah muda yang berasal dari pelapukan batuan yang keras dan besar. Litosol belum mengalami perkembangan lebih lanjut sehingga hanya memiliki lapisan horizon yang dangkal. Sebagai tanah muda, latosol memiliki struktur yang besar-besar dan miskin akan unsure hara.

Litosol banyak terdapat di Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Maluku Selatan, dan Papua. Latosol baru bisa dimanfaatkan untuk palawija.

8. Rendzina

Rendzina merupakan tanah organik diatas bahan berkapur yang memiliki tekstur lempung seperti vertisol. Tanah redzina memiliki kadar lempung yang tinggi, teksturnya halus dan daya permeabilitasnya rendah sehingga kemampuan menahan air dan mengikat air tinggi. Tanah rendzina berasal daripelapukan batuan kapur dengan curah hujan yang tinggi. Tanah memiliki kandungan Ca dan Mg yang cukup tinggi, bersifat basa, berwarna hitam, serta hanya mengandung sedikit unsur hara.

Rendzia banyak terdapat di Maluku, papua, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung dan pegunungan kapur di selatan Pulau Jawa. Rendzina digunakan untuk budidaya tanaman keras semusim dan juga tanaman palawija.

9. Tanah Mediteran

Dalam USDA, tanah mediteran merupakan tanah ordo alfisol. Alfisol berkembang pada iklim lembab dan sedikit lembab. Curah hujan rata-rata untuk pembentukan tanah alfisol adalah 500 sampai 1300 mm tiap tahunnya. Alfisol banyak terdapat di bawah tanaman hutan dengan karakteristik tanah: akumulasi lempung pada horizon Bt, horizon E yang tipis, mampu menyediakan dan menampung banyak air, dan bersifat asam. Alfisol mempuyai tekstur lempung dan bahan induknya terdiri atas kapur sehingga permeabilitasnya lambat.

Tanah mediteran merupakan hasil pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen. Warna tanah ini berkisar antara merah sampai kecoklatan. Tanah mediteran banyak terdapat pada dasar-dasar dolina dan merupakan tanah pertanian yang subur di daerah kpur daripada jenis tanah kapur yang lainnya. tanah mediteran banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sumatra. Mediteran cocok untuk tanaman palawija, jati, tembakau, dan jambu mete.

10. Grumosol

Dalam USDA, grumosol tergolong dalam ordo vertisol. Vertisol merupakan tanah dengan kandungan lempung yang sangat tinggi. Vertisol sangat lekat ketika basah, dan menjadi pecah-pecah ketika kering. Vertisol memiliki keampuan menyerap air yang tinggi dan juga mampu menimpan hara yang dibutuhkan tanaman. Grumosol sendiri merupakan tanah dengan warna kelabu hingga hitam serta memiliki pH netral hingga alkalis. Di Indonesia, jenis tanah ini terbentuk pada tempat-tempat yang tingginya tidak lebih dari 300 m di atas permukaan laut dengan topografi agak bergelombang hingga berbukit, temperatur rata-rata 25oC, curah hujan <2.500 mm, dengan pergantian musim hujan dan kemarau yang nyata.

Grumosol banyak terdapat di Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Nusa Tenggara Timur. Grumosol banyak dimanfaatkan untuk pertanian jenis rumput-rumputan atau pohon-pohon jati.

Walaupun setiap jenis tanah memiliki perbedaan karakteristik yang membedakan antara satu jenis tanah dengan jenis yang lain, pada dasarnya setiap jenis tanah dapat dimodifikasi sedemikian rupa agar suatu jenis tanah dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan hasil untuk semua jenis tanaman. Hanya tinggal bagaimana ahli-ahli dan setiap orang yang bekerja dipertanian jeli dan mampu memanfaatkan semua yang ada.

refferensi : anakagronomy.com
http://geografi-siswa.blogspot.com/2012/06/jenis-jenis-tanah-dan-persebarannya-di.html
http://ips-abi.blogspot.com/2012/10/persebaran-jenis-tanah-dan.html
http://wandylee.wordpress.com/2012/05/16/jenis-tanah-di-indonesia/
http://arisudev.wordpress.com/2011/07/13/berbagai-jenis-tanah-di-indonesia/
Syamsul Siradz dan Bambang K Kertonegoro. Bahan Kuliah Dasar-dasar Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada.
Hanifah, K.A. 2009. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Pers, Jakarta.

Bercocok Tanam – Sebagai Salah Satu Cara Melepas Stress

Kegiatan bercocok tanam kini menjadi sebuah tren yang banyak dilakukan oleh orang-orang secara umum dan bukan hanya menjadi monopoli para petani saja. Bahkan banyak diantaranya menjadi suatu kegiatan hobi yang mengasyikkan.petani

Kebanyakan masyarakat umum melakukan kegiatan bercocok tanam ini awalnya sebagai kegiatan untuk :

  1. Memanfaatkan lahan di pekarangan rumah yang kosong.
  2. Mengisi waktu luang di sela-sela padatnya rutinitas harian mereka.
  3. Karena terbawa oleh isu umum, misalnya beberapa saat yang lalu terjadi demam gelombang cinta, maka ramai-ramai orang tiba-tiba menyenangi tanaman hias.

Terlepas dari beberapa alasan tersebut, ternyata bahwa apabila kegiatan bercocok tanam tersebut dilakukan secara rutin, meskipun hanya dengan menanam atau merawat beberapa pot tanaman saja, akan mendatangkan perasaan yang menyenangkan.  Beberapa manfaat lain dari kegiatan bercocok tanam tersebut di antaranya :

  1. Mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat, daripada sekedar ngobrol dan nge-gosip tidak karuan ; ????????
  2. Menambah pengetahuan tentang tanaman dan cara bercocok tanamnya.  Anda dengan tidak menyadarinya tentu setidaknya akan banyak bertanya atau mencari petunjuk baik dari orang lain maupun dari buku tentang cara menanam, misalnya bunga, secara benar ;
  3. Selama melakukan kegiatan bercocok tanam, anda seolah-olah untuk sesaat meninggalkan segala macam hiruk pikuk kegiatan rutin biasa. Anda akan merasa sedang bermain dan merasa senang.  Dan apabila kegiatan tersebut sudah mendatangkan kesenangan, secara otomatis berarti anda telah melepaskan perasaan stress dan rasa penat.
  4. Banyak orang tadinya melakukan kegiatan bercocok tanam dengan tujuan hanya sekedar untuk mengisi waktu luang atau melepas rasa penat, namun pada akhirnya bisa mendatangkan penghasilan tambahan.  Hasil bercocok tanam selain untuk kepentingan sendiri atau keluarga, ternyata memiliki nilai ekonomis sebagai suatu komoditi yang bisa dijual kepada orang yang membutuhkan.